Behind the Scene: Crazy Acronyms

Satu lagi tantangan bagi penerjemah fiksi: akronim. Terjemahan sebisa mungkin menjadi akronim juga, dan kadang-kadang singkatannya pun memiliki arti. Mungkin tidak terlalu masalah jika aku hanya bertemu satu atau dua akronim yang berdiri sendiri. Seperti misalnya istilah AdviSeer yang kuterjemahkan menjadi Penasiramal. Atau ada judul bab berupa permainan kata “In FES Station” di mana FES-nya adalah Fee Every Stop, yang kuterjemahkan menjadi Stasiun Pusat (Pungutan Setiap Lewat). Tapi bagaimana jika akronim-akronim yang kutemukan itu bersambungan dan mirip satu sama lain?

Seperti ini:

POPS (Prompt, On Time, Punctual Service) menjadi Lecet: Layanan Tepat, Cepat dan Tangkas

PUPS (Patient, Understanding, Pleasant Service) menjadi Lemas: Layanan Pengertian, Menyenangkan dan Sabar

PIPS (Positive, Inspirational, Peaceful Service) menjadi Lampir: Layanan Damai, Positif dan Inspiratif

PIPS (Pleased, Inspired, Pleasantly-surprised Service) menjadi Lapuk: Layanan Asik, Penuh kejutan dan Unik

PEPS (Put-out, Exasperated, Pissed-off Service) menjadi Lakban: Layanan Kesal, Sebal dan Enggan.

Menantang kreativitas? Sangat. Melelahkan? Apalagi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: