Behind the Scene: Crazy Password Poem

Di buku Erec Rex #1: Mata Naga terdapat sebuah puisi yang berisi kalimat sandi. Erec dan sahabatnya, Bethany, harus mencari kalimat sandi ini agar bisa menang dalam kompetisi Pencarian Laut. Erec dan Bethany berhasil menguraikan sandi setelah tersadar bahwa di setiap baris puisi terdapat satu kata yang berasal dari laut. Huruf depan masing-masing kata tersebut, jika disatukan, bakal menunjukkan kalimat sandinya.

Saat menerjemahkannya, rambutku yang memang sudah keriting menjadi semakin keriting gimbal, karena seringnya dijambak-jambak. Aku harus mencari satu kata yang berhubungan dengan laut untuk setiap baris puisi, terjemahan puisi tersebut harus terdiri dari 16 baris seperti aslinya, dan harus berakhiran berima. Dan tentu saja, terjemahan kalimat sandinya tidak boleh melenceng dari aslinya!

Ini kusebut sebagai cantik tapi tidak setia, tapi kalimat sandi tetap harus setia dengan aslinya:

I tide my shoes, it fits me well,
So I’ll reef the expensive thing on,
Because I stubbed my undertow,
But now all my sand dollars are gone.

It’s cold troutside and you’re hungry, dear,
But, beach your life we’ll have fun.
Before your kindness ebbs away,
Share my warm fire and current bun.

Only your friend, not your anemone, will say:
Your underwater’s showing under your pants.
I sea you wear ruffly blue ones,
Like the Emperor Penguin of France.

We wave hello, and then goodbye,
Ice see you are almost done.
Gaze up to the twinkling, starfish sky,
Or eels you won’t notice—you’ve won!

Sudah ketemu kalimat sandinya? Benar: “trust because wise”. Bagaimana menerjemahkannya?

Jauh dari tepi pantai,
Banyak ekor berkelebat,
Rumput laut melambai-lambai,
Cumi-cumi berenang lewat.

Di balik anemon berwarna terang,
Si yellow goldfish mengintip,
Menghindari arus kencang,
Yang tak bisa dilawan sirip.

Ebi enak untuk disantap,
Tapi belut alot sekali.
Bersihkan dengan air anyap,
Jika bokongmu tertusuk bulu babi.

Anjing laut bertepuk tangan,
Disambut dansa si rajungan.
Kau menari bersama ikan,
Fosfor berpendar sambut kemenangan.

Kalimat sandinya menjadi “percaya sebab arif”…dan aku geletak selama seminggu setelah berhasil memenangkan pertarungan dengan puisi gila ini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: