Behind the Scene: Menerjemahkan Serial

 

The Bartimaeus Trilogy hanya satu dari sekian banyak serial yang kutangani. Dari 52 buku yang sudah kukerjakan, 23 di antaranya adalah serial. Dan sebagian serial itu belum selesai.

Menerjemahkan serial berarti butuh konsentrasi lebih tinggi, apalagi jika masing-masing buku diberi jeda lumayan panjang. The Bartimaeus Trilogy aku kerjakan hampir berturut-turut: buku pertama, langsung buku kedua, tapi buku ketiga harus menunggu kiriman cetakan pertama dari London maka aku menerjemahkan buku lain dulu. Editan His Dark Material dan Harry and the Wrinklies juga begitu. Tapi selebihnya, masing-masing buku diselak buku lain.

Jika menerjemahkan serial, yang pertama kulakukan adalah membuat list of terms, tempat di mana aku mencatat istilah-istilah yang sudah kuterjemahkan dan nanti bakal diperlukan lagi di buku-buku berikutnya, agar aku tidak lupa. List of terms ini juga sangat penting untuk diberikan kepada editor, agar memudahkan. Saranku untuk penerjemah lain: buatlah list of terms, and stick with it, jangan mengubah-ubah terjemahan istilah di buku berikutnya agar editor tidak bingung.

Buku (serial) yang sedang kukerjakan sekarang juga seharusnya memiliki list of terms, tapi karena kelalaianku sendiri, list of terms itu terhapus dari data laptopku. Panik dan kalang kabut, itu hasilnya. Akhirnya aku harus mencari istilah-istilah yang sudah kuterjemahkan di buku-buku sebelumnya secara manual! Bayangkan bagaimana lebih kesalnya jika ini terjadi di buku yang harus kuedit sementara penerjemahnya tidak melampirkan list of terms atau bahkan berganti-ganti istilah. Dan tidak setiap saat aku menerjemahkan serial secara marathon. Kadang-kadang rentang waktunya bisa tahunan!

Masalah lain lagi muncul jika aku menerjemahkan serial ‘hibahan’ dari penerjemah lain. Brisingr, misalnya. Atau Artemis Fowl. Karena tidak ada lampiran list of terms, aku harus mencari secara manual (bolak-balik buku asli dan buku terjemahannya) untuk mencari istilah tertentu, untuk mengetahui bagaimana istilah itu diterjemahkan oleh penerjemah sebelumnya. Repot? Jelas. Dan makan waktu lebih lama.

Masalah lain lagi: bagaimana jika aku menemukan istilah (atau kejadian) yang tampaknya bakal ‘nyambung’ dengan buku berikutnya, tapi buku berikutnya belum terbit? Hal ini terjadi pada serial Molly Moon dan Maximum Ride. Di serial Molly Moon terdapat penggalan kata yang bakal kita ketahui artinya di buku berikutnya (yang, sekali lagi, belum terbit). Di serial Maximum Ride ada beberapa kata sandi yang ada kemungkinan bakal memiliki arti di buku selanjutnya (yang waktu itu juga belum terbit).

Akan lebih mudah jika aku bisa berhubungan langsung dengan pengarang. Alhamdulillah, James Patterson mudah dihubungi dan dengan ramah mau menjawab pertanyaan apa saja yang kuajukan. Sayangnya, aku gagal menghubungi Georgia Byng. Maka buku terakhir Molly Moon yang sudah kuterjemahkan belum terbit di sini, hanya terbentur satu penggalan kata.

Tentu saja aku menyambut gembira jika diberi tugas menerjemahkan serial, karena biasanya sudah hampir pasti semua buku dalam serial itu bakal aku yang mengerjakan (meaning, tabungan buat buan-bulan mendatang yang sudah hampir pasti). Tapi pekerjaan menerjemahkan serial ini lebih banyak ribetnya daripada novel yang berdiri sendiri 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: