Garuk-garuk….

…bukannya gatal.

Ceritanya adik gue nerjemahin novel The Fetch by Chris Humphreys, genre-nya sih fantasy untuk young adult. Fantasy tapi lebih ke historical fiction, tentang mitos Viking. Kesulitan yg dihadapi adik gue, selain mencari data sejarah yg memang jadi latar belakang novel ini, adalah gaya bahasa Humphreys yg oh-so-lebaaaay! Jadi, dari awal dia nerjemahin gue udah sibuk ngetawain.

Selagi ngetik, adik gue jadi terbiasa mengeluarkan suara seperti cicak, “Ck! Ck! Ck!” karena kesel liat gaya bahasa Humphreys. Banyak banget perandaian, banyak banget permainan struktur bahasa, menjurus ke (sok) puitis. Dan British pula! Belum lagi urusan harus sesuai dengan data sejarah, ada beberapa istilah yg sepertinya harus dibiarkan aja tanpa diterjemahkan. Sulitnya, karena nggak satu pun di antara kami ngerti sejarah Viking, kudu nyari sana sini dulu sebelum memutuskan apakah istilah itu betul2 ada di sejarah atau karangan Humphreys aja.

Setelah googling karena penasaran, ternyata Humphreys ini aktor Inggris film laga! Dan dia suka bikin koreografi perkelahian untuk film2 action. Adik gue dengan bibir manyun tujuh senti ngedumel, “Gimana sih, ini dia yg namanya tampang Rambo hati Rinto!”

Gue makin ketawa ngakak…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: